Jumat, 21 Juni 2013

Bedah Lirik Lagu Religi Bimbo Karya Taufik Ismail

Tanggal 18 Juni 2013 yang lalu Goedang Djadoel yaitu sebuah komunitas kajian di Pekalongan menggelar pementasan musik religi Bimbo yang dibawakan oleh Rannom (alias tuwek) Band. Acara ini dihadiri lebih dari seratus limapuluh penggemar lagu lagu religi bimbo dan tentu saja Taufik Ismail selaku penulis liriknya yang juga hadir untuk memberi pencerahan dan penajaman makna dari lirik lirik lagu religi Bimbo.

Lagu lagu seperti Sajadah Panjang diuraikan panjang lebar oleh Bapak Taufik Ismail dengan sangat dalam dan penuh kedamaian jiwa. Tidak kalah penting hadirnya EH Karta Negara (mas Karta) sebagai pembawa acara atau lebih pas disebut moderator (kalau dalam ilmu kimia katalisator) ikut menyegarkan acara malam itu dengan siraman rohani di sela sela lirik lagu religi karya Taufik Ismail.

Secara khusus Bapak Taufik Ismail membaca puisi yang sangat panjang      "....aku rindu Indonesia yang disegani, dihormati bangsa bangsa lain.....aku rindu..." Sungguh para hadirin terdiam terkesima menyimak pembacaan puisi yang panjang yang penuh makna dan keprihatinan. Intonasi suara yang kadang lirih merengek rengek...dan tiba tiba menggelegar penuh energi mengisi relung relung hati para hadirin. Mulut mulut menganga, menengadah dengan mata yang mulai berkaca kaca...ah di alam mana kita sekarang ini....seperti terbius dan asyik masyuk..... sungguh semuanya terhanyut. Jiwa jiwa yang selama ini kerontang seperti disiram air sejuk.... selama 4 jam tanpa henti.

Selain yang hadir ternyata Bapak Taufik Ismail sendiri juga ternyata sangat menikmati dan ingin berkunjung lagi ke Goedang Djadoel untuk format acara yang kata beliau belum pernah ada di negeri ini penuh hikmat, menghibur dan cair..

Puluhan lagu meluncur mulus dibawakan oleh Ranom Band yang setiap dua lagu diselingi pembacaan puisi oleh Bapak Taufik Ismail. Para hadirinpun merasa terpuaskan dahaga jiwanya dengan lirik lirik yang menyejukkan dan mengilhami, seperti Rasul Munyuruh Kita, Lailaltul Qodar, Ketika Tangan dan Kaki Bicara (Chrisye), Panggung Sandiwara (Ahmad Albar) yang semua liriknya ditulis oleh Bapak Taufik Ismail.

Acara yang secara keseluruhan diliput oleh BatikTV ini,  benar benar menjadi suguhan yang sangat bermutu dan berkelas. Semua yang hadir mengharapkan format acara seperti ini supaya sering diadakan.

Semoga Goedang Djadoel dapat selalu mementaskan acara bermutu seperti ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar